Postingan

GETARAN PADA PEGAS

Gambar
Selain bisa sobat jumpai pada pegas, getaran harmonik juga bisa sobat temukan pada ayunan sederhan. Kembali pada definisi getaran sebagai gerakan bolak-balik  melewati sebuah titik keseimbangan, gerakan ini juga terjadi pada ayunan sederhana. Coba sobat perhatikan gambar di samping, Yang dinamakan ayunan  sederhana terdiri dari sebuah bandul dengan massa (m) tertentu yang  digantung di ujung tali degan panjang L (massa tali diabaikan). Pada awalnya badul berada pada posisi diam pada sebuah titik  yang disebut titik keseimbangan/titik B (perhatikan gambar 1).  Kemudian bandul tersebut ditarik ke titik A dengan sudut simpangan sebesar  θ yang nilinya kecil (< 10 o ), kemudian bandul dilepaskan. Bandul tersebut akan bererak dari titik A menuju titik B kemudian ke C , lalu ke A, ke B, dan seterusnya. Jika kita uraikan gaya nya (perhatikan gambar 3). Pada saat bantul punya simpangan sejauh θ terhadap gaya berat benda (m.g). Jka diuraik...

HUKUM HOOKE

Gambar
C. Hukum Hooke Versi Bahasa Inggris (Klik Disini) Benda elastisitas juga memiliki batas elastisitas tertentu. Andaikan benda elastis diberi gaya tertentu dan kemudian dilepaskan. Jika bentuk benda tidak kembali ke bentuk semula, berarti berarti gaya yang diberikan telah melewati batas elastisitasny. Keadaan itu juga dinamakan keadaan plastis. Jika kita menarik ujung pegas, sementara ujung yang lain terikat tetap, pegas akan bertambah panjang. Jika pegas kita lepaskan, pegas akan kembali ke posisi semula akibat gaya pemulih  . Pertambahan panjang  pegas saat diberi gaya akan sebanding dengan besar gaya yang diberikan. Hal ini sesuai dengan hukum Hooke, yang menyatakan bahwa: “ jika gaya tarik tidak melampaui batas elastisitas pegas, maka perubahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya” Gambar 4. Pengaruh Gaya  (F ) Terhadap Perubahan Panjang Pegas ( ΔL ) Besar gaya pemulih   sama dengan besar gaya yang diberikan, yaitu  , tet...

POLARISASI

Gambar
A. Polarisasi Cahaya Versi Bahasa Inggris (klik disini) Sebagai gelombang transversal, cahaya dapat mengalami polarisasi. Polarisasi cahaya dapat disebabkan oleh empat cara, yaitu refleksi (pemantulan), absorbsi (penyerapan), pembiasan (refraksi) ganda dan hamburan. 1. Polarisasi karena refleksi Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar biasnya membentuk sudut 90 o . Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang pantul. Oleh karena itu sinar pantul tegak lurus sinar bias, berlaku   i p  + r = 90°  atau  r = 90° – i p  . Dengan demikian, berlaku pula Jadi, diperoleh persamaan Dengan  n 2  adalah indeks bias medium tempat cahaya datang  n 1  adalah medium tempat cahaya terbiaskan, sedangkan  i p  adalah sudut pantul yang merupakan sudut terpolarisasi. Persamaan di atas merupakan bentuk matematis dari Hukum Brewster. Gambar 1. Polarisasi karena refleksi ...

INTERFERENSI CAHAYA

Gambar
D. Interferensi Cahaya Versi Bahasa Inggris (klik disini) Interferensi cahaya terjadi jika dua (atau lebih) berkas cahaya kohern dipadukan. Di bagian ini kita akan mempelajari interferensi antar dua gelombang cahaya kohern. Dua berkas cahaya disebut kohern jika kedua cahaya itu memeiliki beda fase tetap. Interferensi destruktif (saling melemahkan) terjadi jika kedua gelombang cahaya berbeda fase 180 o . Sedangkan interferensi konstruktif(saling menguatkan) terjadi jika kedua gelombang cahaya sefase atau beda fasenya nol. Interferensi destruktif maupun interferensi konstruktif dapat diamati pada pola interferensi yang terjadi. Pola interferensi dua cahaya diselidiki oleh Fresnel dan Young. Fresnel melakukan percobaan interferensi dengan menggunakan rangkaian dua cermin datar untuk menghasilkan dua sumber cahaya kohern dan sebuah sumber cahaya di depan cermin. Young menggunakan celah ganda untuk menghasilkan dua sumber cahaya kohern. 1. Percobaan Fresnel Gambar 8. Diagram ...

DAYA URAI

Gambar
Daya Urai Optik Jika kita memiliki dua benda titik yang terpisah pada jarak tertentu, bayangan kedua benda bukanlah dua titik tetapi dua pola difraksi.  Jika jarak pisah kedua benda titik terlalu dekat maka pola difraksi kedua benda saling menindih. Kriteria Rayleigh  yang ditemukan Lord Rayleigh menyatakan bahwa dua benda titik yang dapat dibedakan oleh alat optik, jika pusat pola difraksi benda titik pertama berimpit dengan pita gelap  (minimum) ke satu pola difraksi benda kedua. Ukuran sudut pemisah agar dua benda titik masih dapat dipisahkan secara tepat berdasarkan  Kriteria Rayleigh  disebut sudut resolusi minimum ( θ m ) D =diameter bukaan alat optik l  =jarak celah ke layar d m =jari-jari lingkaran terang θ  = sudut resolusi Pola difraksi dapat diperoleh dengan menggunakan sudut  θ  yang menunjukkan ukuran sudut dari setiap cincin yang dihasilkan dengan persamaan: dengan λ merupakan panjang gelomba...