Postingan

Kuat Medan Listrik di Sekitar Kawat lurus berarus listrik

Gambar
Besarnya kuat medan magnet pada sebuah kawat lurus yang berarus listrik menurut Biot-Savart dirumuskan sebagai berikut  Rumus disamping ini adalah rumusan dari Biot-Savart Ini adalah sketsa penggambaran kuat medan listrik pada kawat lurus berarus. Lingkaran menunjukan Arah kuat medan sedangkan garis vertikal menunjukan arah kuat arus dalam kawat

Kapasitor

Gambar
Kapasitor adalah alat elektronik pasif yang dapat menyimpan muatan dan dapat memberikan muatan balik dalam rangkaian Kapasitor mempunyai nilai kapasitas kapasitansi dalam ukuran mikro Farad   C = Kapasitas kapasitansi Q = Muatan kapasitor V = Tegangan kerja         

Kapasitor

Kapasitor adalah alat listrik pasif yang dapat berfungsi menyimpan muatan, menampung muatan lebih dalam suatu circuit dan dapat melengkapi kekurangan muatan yang terjadi dalam rangkaian

Gaya Lorentz

Gaya Lorentz adalah yang terjadi pada sebuah kawat yang berarus listrik yang berada dalam lingkungan kuat medan magnet. Atau gaya yang terjadi pada sebuah muatan yang berada dalam lingkup kuat medan magnet. besarnya Gaya Lorentz di rumuskan F L = ℓ i x B F L = i ℓ B Sin α atau F L  =q v B Sin α F L  = i ℓx B Arah gaya Lorentz dapat dilukiskan dengan menggunakan kaidah tangan kanan. Untuk jempol tangan menunjukan arah arus dan empat jari lainnya menunjukan arah kuat medan magnet sedangkan telapak tangan kanan menunjukan arah gaya Lorentz

Hukum III Newton

Hukum III Newton ini dikenal sebagai hukum Aksi dan Reaksi Hukum ini dapat dilihat pada kasus tarik tambang. Dimana dua regu yang bertanding akan menarik sebuah tali pada ujung ujungnya dengan arah yang berlawanan. Syarat suatu benda sebagai pasangan aksi dan reaksi Satu sistem Arahnya berlawanan Bekerja hanya pada sebuah titik

Hukum II Newton

Hukum II Newton dikenal sebagai hukm Dinamika. Dinamika artinya suatu keadaan yang tidak tetap atau selalu dapat berubah. Dalam hal gerak yang mengalami dinamika adalah pada kelajuannya. Perubahan kelajuan ini dinamakan percepatan atau perlambatan. Percepatan yang terjadi akan sebanding dengan besar gaya yang bekerja Percepatan yang terjadi akan sebanding dengan berkurangnya masa a ∞ F a ∞ 1/m a = F/m Akhrinya Hukum II Newton di rumuskan sbb Percepatan yang terjadi pada sebuah benda yang terkena gaya nilainya akan sebanding dengan besarnya gaya dan searah dengan arah gaya serta berbanding terbalik dengan besarnya masa

Hukum I Newton

Hukum I Newton di kenal sebagai hukum kelembaman. Lembam adalah suatu kemampuan untuk tetap bertahan pada bentuk semula ( Kondisi semula ) bila mendapat pengaruh gaya dari luar yang mengenainya. Lembam ada pada semua zat namun Lembam yang paling sempurna adalah pada benda padat. Sebab benda padat mempunyai gaya kohesi yang besar. Hal ini yang menyebabkan benda padat sangat kuat ( solid ) dengan nilai kerapatan molekul yang relatif tinggi. Bila tingkat kerapatan molekul ini sangat tinggi maka benda tersebut akan mempunyai masa yang relatif besar. Contoh : Benda yang diam bila digerakkan akan sulit atau sebaliknya benda yang bergerak bila dihentikan juga sangat sulit. Kesulitan ini akan terjadi bila masa zat itu membesar